Analisis Asesmen Diagnostik Terhadap Proses Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Peserta Didik

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Arif Kuswanto

Abstract

Kemampuan awal pemahaman anak kelas VII yang masih belum sepenuhnya mengerti akan sistem kurikulum yang baru serta penyesuaian dan adaptasi dari jenjang sekolah dasar dan sekarang berada di jenjang menengah pertama menjadi salah satu faktornya. Mereka mengira bahwa pemisahan kelompok sesuai dengan hasil tes diagnostic adalah bagian dari pilih kasih guru karena perbedaan jumlah setiap kelompok diaggap mereka kurang adil sehingga pembagian tugas pemahaman akan lebih sulit dibanding kelompok lain. pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami permasalahan tersebut secara mendalam. Metode literature review dengan penganalisisan buku dan jurnal digunakan untuk menyempurnakan penelitian ini. Data sekunder merupakan data yang diperoleh oleh pihak lain dan kita sebagai researcher tidak secara langsung melakukan pengumpulan data tersebut. Jadi, orang bilang data sekunder adalah data tangan kedua dimana literatur seperti jurnal,buku dan media pendukung lainnya, Dari hasil pembagian kelompok tersebut guru menemukan fenomena baru yang dapat diamati seperti mereka menganggap hal yang dilakukan guru ini termasuk salah satu bentuk pilih kasih guru terhadap siswa, ada juga yang merasa keberatan akan konsep ini mereka pikir hal ini menyulitkan mereka sebab perbedaan jumlah kelompok yang ada, namun guru menjelaskan sedikit demi sedikit konsep baru tersebut sesuai dengan kurikulum yang dipakai oleh satuan sekolah, penjelasan secara bertahap itulah yang akan memunculkan pemahaman baru peserta didik sehingga tidaak beranggapan buruk terhadap konsep yang sedang diterapkan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Arif Kuswanto. (2023). Analisis Asesmen Diagnostik Terhadap Proses Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Peserta Didik. Jurnal Evaluasi Dan Pembelajaran, 5(2), 112–119. Retrieved from https://jepjurnal.stkipalitb.ac.id/index.php/hepi/article/view/103

References

  1. Anidar, J. 2017. Teori Belajar Menurut Aliran Kognitif Serta Implikasinya Dalam Pembelajaran. Jurnal Al-Taujih: Bingkai Bimbingan Dan Konseling Islami 3.2 8–16 https://doi.org/10.15548/atj.v3i2.528
  2. Depdiknas. 2007. “Tes Diagnostik”. Direktorat Pembinaan SMP Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Retrieved From https://www.academia.edu/7888812/.
  3. Hidayat, AY., dkk. 2022. Pengaruh Media Strip Story Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa. Jurnal Evaluasi Dan Pembelajaran, 4(2), 85–91. https://doi.org/10.52647/jep.v4i2.67
  4. Kementrian Agama Republik Indonesia. 2019. Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 Tentang Kurikulum PAI Dan Bahasa Arab Pada Madarasah. Jakarta: Direktural Jenderal.
  5. Mashari, A., dkk. 2019. Peran Guru Dalam Mengelola Kelas. Ahsanta Jurnal Pendidikan.
  6. Mutmainna, D. dkk. 2018. Pengembangan Instrumen Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat Untuk Mengidentifikasi Pemahaman Konsep Matematika. MaPan Jurnal Matematika Dan Pembelajaran, 6(1), 56–69. https://doi.org/10.24252/mapan.2018v6n1a6
  7. Nyayu, K. 2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada
  8. Pratiwi, NI. 2017. Penggunaan Media Video Call Dalam Teknologi Komunikasi. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial.
  9. Pratiwi, Z. 2017. Politeknik Kesehatan TNI AU Adi Sutjipto. DOI:10.13140/RG.2.2.27210.72645
  10. Sari, RI., dkk. 2020. Rekonstruksi validitas butir soal penilaian harian teks apresiasi sastra siswa sekolah menengah pertama, Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan.
  11. Sulastri, S., Supriyati, Y., & Margono, G. 2019. “Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Asesmen Diagnostik Dalam Pembelajaran Lintas Minat Kimia.” Prosiding Seminar Nasional Pendidikan KALUNI. http://doi.org/10.30998/prokaluni.v2 i0.160.
  12. Surnyata, A. 2016. Buku Pena Bahasa Indonesia.
  13. Wahidmurni. 2017. PEMAPARAN METODE PENELITIAN KUALITATIF.
  14. Zulfan, S. 2010. Psikologi Pendidikan. Pekanbaru: UR Press.